Earn Money!

Batal Mendarat Satu Kali

Bepergian dengan menggunakan pesawat terbang kadang memunculkan pengalaman-pengalaman yang mendebarkan. Semalam sekitar jam 11.30-an saat hendak mendarat di bandara Barajas Madrid, pilot kami terpaksa mengambil keputusan membatalkan pendaratan padahal posisi pesawat sudah sangat rendah.

Pesawat KLM dengan nomor penerbangan KL 1707 yang saya tumpangi dari Amsterdam ke Madrid hampir tiba di Barajas setelah terbang sekitar 2 jam. Pengumuman hendak  mendarat telah diberikan oleh pramugari, demikian pula pilot sudah memberikan instruksi kepada staffnya untuk mengambil posisi pendaratan. Lampu utama juga sudah dipadamkan untuk menghemat tenaga pesawat.

Dari hasil pantauan saat melihat keluar jendela, tampaknya pendaratan akan dilakukan dari arah utara menggunakan landasan pacu yang berada di dekat Terminal 4. Saya merasakan pesawat turun terlalu rendah padahal batas komplek lapangan terbang yang biasanya ditandai oleh pagar memanjang berlampu kuning rasanya belum dilewati sama sekali. Pikiran negatif langsung muncul dan saya mulai mengkhayalkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.

Bagaimana seandainya pesawat tersangkut di pagar, bagaimana jika rodanya patah karena mendarat tidak di landasan pacu, apakah pesawat ini akan meledak, apakah nama saya akan masuk suratkabar karena alasan yang salah?

Tiba-tiba, saat saya sedang melamun, saya rasakan pesawat disentak dengan cepat. Saya kaget dan sejurus kemudian saya rasakan dan lihat, pesawat naik kembali sambil terus terbang ke arah selatan kota. Sang pramugari sendiri juga kaget, hampir berteriak sambil ditahan supaya tidak menimbulkan kepanikan. Saya memandang penumpang di sebelah, ia juga memandang saya. Sementara penumpang lain terlihat berusaha memejamkan mata dan mungkin membuang pikiran atas apa yang sedang terjadi.

Sambil kebingungan, kami melihat keluar jendela, melintasi kota Madrid yang kerlap-kerlip. Saya bisa melihat lampu-lampu seluruh kota dan juga keempat gedung pencakar langit yang ada di depan kantor. Pesawat terus naik sampai ke ketinggian yang aman dan kemudian posisi pesawat dihorisontalkan.

Sejurus kemudian,  muncul pengumuman dari si Kapten Pilot, mula-mula dalam bahasa Belanda, kemudian dalam bahasa Ingggris. Ia menjelaskan alasan mengapa pendaratan dibatalkan.

Rupanya, ada sebuah pesawat kecil yang turun di depan pesawat kami dengan kecepatan yang lambat. Berhubung pesawatnya kecil, entah sekecil apa, dan kecepatannya juga lebih rendah, demi menjaga jarak pendaratan yang aman, pilot pesawat kamipun harus melambatkan pesawatnya.

Namun, berhubung pesawat kami lumayan besar dan berat, tentu saja akan berbahaya jika kecepatan turunnya disamakan dengan pesawat yang lebih kecil dan ringan. Dengan mengasumsikan pesawat kami menggunakan kecepatan yang sama, maka kami akan turun secara vertikal lebih cepat sehingga justru sebelum sampai landasan kami sudah harus mendarat.

Saat diberi pengumuman itulah saya baru menyadari apa yang tadi saya lihat. Rupanya memang pesawat sudah terlalu rendah dan belum sampai ke awal landasan untuk mendarat. Inilah alasannya mengapa saya belum melihat pagar pembatas komplek pesawat terbang.

Untunglah pilot pesawat kami mengambil keputusan yang tepat dengan sigap sehingga kami kemudian bisa mendarat dengan selamat walaupun telat. Inilah pengalaman pertama pesawat yang saya tumpangi batal mendarat dan harus naik lagi. Pengalaman ini lumayan mendebarkan, secara sekarang ini banyak sekali berita kecelakaan pesawat di mana-mana gitu lho. Fyuuuhhh……

150 tahun Penjara untuk Bernard Madoff

Bernard Madoff, mantan pemilik Bernard L. Madoff Investment Securities, diganjar hukuman 150 tahun penjara untuk kejahatannya. Madoff berhasil mengelabui para investor kelas kakap dan merugikan investornya sebesar US$ 65 milyar.

Penipuan Madoff sungguh tidak tanggung-tanggung, seorang produser sekaliber Steven Spielberg pun berhasil ia tipu. Yayasan milik, Spielberg, Wunderkinder adalah investor di perusahaan Madoff. Tidak hanya korban pribadi, bahkan bank terkenal seperti HSBC, RBS dan perusahaan dari Jepang (Nomura Holdings) juga menjadi korban. HSBC Holdings sendiri kehilangan US$ 1 milyar.

Skema penipuan yang dilakukan oleh Madoff bernama skema Ponzi. Adalah Charles Ponzi yang mula-mula melakukan penipuan berkedok invesmen ini pada tahun 1920-an di Amerika Serikat. Invesmen Ponzi menghasilkan keuntungan sangat tinggi tapi sumber pembayaran keuntungan itu sebenarnya berasal dari uang nasabah yang baru belakangan menjadi investor, bukan berasal dari keuntungan hasil investasi di bidang lain. Jadi uang yang masuk dipergunakan untuk membayarkan profit investor yang sudah lebih dulu menanamkan uang mereka.

Akibat badai krisis ekonomi datang melanda, banyak klien hendak menarik uang investasi mereka dari Madoff, namun tentu saja mereka tidak bisa karena Madoff sendiri tidak berhasil mendapatkan klien baru untuk menutupi penipuannya. Saat para klien hendak menarik uang sebanyak US$ 7 milyar secara sekaligus, perusahaan Madoff langsung rontok. Akhirnya, ia memilih untuk mengakui semua penipuan dan kecurangan skema invesmen yang ia lakukan selama puluhan tahun.

150 tahun penjara, tampaknya setelah reinkarnasi sekali lagipun Madoff masih akan berada di penjara.

Memanfaatkan Tunjangan Parlementer Secara Tidak Wajar

Kepolisian Inggris, alias Scotland Yard, dan kejaksaan kerajaan Inggris akan mengusut tindakan-tindakan pemanfaatan uang tunjangan parlementer yang tidak wajar oleh anggota parlemen Inggris. Mereka akan menyamakan ketidakwajaran pemanfaatan tunjangan itu sebagai sebuah tindakan kriminal. Suratkabar online The Guardian menuliskan bahwa beberapa anggota parlemen Inggris bahkan berani mengklaim uang biaya penginapan bagi rekan-rekannya dengan memanfaatkan sebuah flat kosong, seolah-olah ia memang tinggal di flat itu.

The Telegraph menjadi suratkabar pertama yang mempublikasikan semua rekaman pembayaran yang dilakukan oleh anggota parlemen dengan memanfaatkan uang tunjangan mereka. Pada suplemen hari Sabtu ini mereka akan mempublikasikan kwitansi yang berkenaan dengan 646 anggota parlemen itu. Menurut mereka, tindakan ini dimaksudkan untuk membuat para anggota parlemen menjadi lebih bertanggung jawab di masa depan pada saat memanfaatkan tunjangan yang notabene adalah uang rakyat.

Berkat tindakan The Telegraph, beberapa anggota parlemen yang terlibat kasus ini segera mengundurkan diri. Ada pula yang kemudian menuliskan surat kepada kejaksaan Inggris untuk segera mengganti uang tunjangan yang sudah mereka manfaatkan dengan uang pribadi mereka sendiri. Total pemanfaatan uang tunjangan yang tidak wajar ini mencapai i juta poundsterling.

Sepertinya tindakan mempublikasi kwitansi pemanfaatan uang tunjangan parlementer  ini perlu ditiru oleh Indonesia, sehingga kita bisa ikut melihat bagaimana para anggota DPR memanfaatkan tunjangan-tunjangan mereka. Apakah uang kita sudah dimanfaatkan dengan wajar atau malah difoya-foyakan?

Tortilla Spanyol bikinan Indonesia

Untuk pertama kali sesudah satu setengah tahun tinggal di Madrid, saya dan istri membuat sendiri tortilla (baca: tor-ti-ya) untuk makan malam. Ternyata enak juga bok! Sorry bukannya memuji diri sendiri nih. Resepnya juga sederhana saja, hampir sama seperti telur dadar. Tortilla ini adalah telur dadar berisi kentang.

Bahan-bahan untuk membuat Tortilla ukuran sedang/1 piring adalah seperti ini:

- telur ayam 4 butir

- kentang ukuran sedang sebanyak 5 buah

- bawang merah 4 butir atau ganti dengan bawang bombay 1 butir (ukuran Indonesia)

- bawang putih 2 siung

- minyak goreng

- garam

Persiapan:

- Kupas kentang, bersihkan dan iris-iris sehingga berbentuk kubus, jangan terlalu besar agar kentang mudah lunak.

- Kupas bawang merah, iris-iris sampai tipis

- Kupas bawang putih dan iris-iris sampai halus

- Campurkan kentang, bawang merah dan bawang putih lalu taruh garam secukupnya

- Pecahkan telur dan kocok seperti hendak membuat telur dadar, masukkan garam secukupnya

Cara memasak:

- Panaskan minyak di wajan anti lengket (yang ukuran sedang), jika minyak sudah cukup panas, masukkan campuran kentang, bawang dan garam. Atur nyala api agar tidak terlalu besar, aduk-aduk agar kentang masak merata. Lama menggoreng kentang sekitar 15  menit (tapi jangan sampai kentang terlalu lunak).

- Angkat kentang yang sudah melunak dan campurkan dengan telur yang telah dikocok hingga merata (di mangkok). Aduk hingga campurannya merata.

- Tuangkan campuran telur dan kentang ke dalam wajan anti lengket yang sebelumnya sudah diberi minyak sedikit (seperti saat hendak membuat telur ceplok)

- Atur nyala api agak sedang, tunggu hingga bagian bawah campuran telur dan kentang agak keras (sekitar 5 menit) dan bagian atas agak kering.

- Jika bagian bawah sudah cukup keras, ambil penutup wajan atau boleh juga menggunakan piring yang bisa menutupi wajan, balikkan campuran telur dan kentang itu, kemudian masukkan kembali ke dalam wajan. Jadi sekarang, bagian sebelah atas akan berada di bawah, sedangkan bagian yang tadinya di bawah akan berada di atas.

- Tunggu hingga sekitar 5 menit atau hingga bagian bawah telur itu matang.

Setelah itu, angkat dan siap dinikmati.

Rebutan Arctic alias Kutub Utara

Ada sebuah artikel tentang “Arctic Landgrab” yang baru sempat saya baca di majalah National Geographic bulan Mei 2009. Alkisah, pada bulan Agustus 2007, Russia mengirimkan dua kapal selam, Mir I dan Mir II, untuk menyelam ke dasar laut kutub utara melewati celah-celah es. Dengan menggunakan lengan robotnya, Mir I kemudian menancapkan bendera Russia yang terbuat dari titanium.

Oleh media massa, aksi Mir I ini diasumsikan sebagai sebuah bentuk “klaim wilayah Arctic oleh Russia”. Padahal,  penyelaman itu awalnya hanya merupakan sebuah penyelaman wisata, sebuah eksplorasi ke dasar kutub utara yang tidak seharusnya dikaitkan dengan urusan politik.

Tapi, di Mir I yang lengan robotnya menancapkan bendera Russia itu memang ada seorang politisi dari partai milik Vladimir Putin yang bernama Artur Chilingarov, yang sangat bangga akan keberhasilannya menjadi bagian dari tim pertama yang menancapkan bendera Russia di dasar laut kutub utara. Dalam sebuah konferensi press, ia bahkan dengan santai mengatakan bahwa “Arctic sejak lama sudah menjadi bagian dari Russia”.

Perubahan iklim yang membuat es mencair lebih banyak akhir-akhir ini membuat 5 negara saling berlomba memetakan batas kontinen untuk menambah wilayah mereka. Kelima negara ini adalah AS, Russia, Kanada, Denmark dan Norwegia. Alasan utama perlombaan ini, selain untuk menambah luas wilayah, tentu saja adalah demi mendapatkan sebagian “kue migas”. Menurut USGS dalam Circum-Arctic Resource Appraisal yang mereka laporkan pada tahun 2008, ada potensi sebanyak 90 milyar barrel minyak dan 1670 tcf gas bumi di sana. Angka ini tentu saja hanya dugaan sangat kasar tanpa didasarkan pada survei seismik dan peta struktur yang detil.

Untuk mendukung klaim mereka masing-masing, para politisi kemudian berpaling kepada para ilmuwan, terutama oseanografer untuk melakukan suvei batimetri. Survei batimetri diperlukan karena klaim sebagian wilayah Arctic itu akan berdasarkan “continental shelf” yang ditarik dari baseline pantai masing-masing negara. Detil kedalaman laut dan bentuk topografi dasar laut menjadi penting untuk dipetakan. Salah satu negara yang telah melakukan survey batimetri adalah AS (yang kemudian dijadikan artikel oleh NatGeo).

Menurut Konvensi PBB th 1994 tentang Hukum Laut (Law of the Sea), klaim atas “continental shelf” tidak boleh melewati batas:
1. 350 mil laut (nautical mile) dari pantai/baseline atau
2. Seratus (100) mil laut melewati batas kedalaman laut 2500 m

Jika berada dalam batas standar di atas, maka klaim masih dapat dibatasi oleh:
1. 60 mil laut dari batas “kaki continental slope” atau
2. 60 mil laut dari ketebalan sedimen minimum

Jika di Arctic mereka bisa menggunakan prinsip “petakan dulu baru kemudian maju ke meja perundingan” apakah tidak ada peluang untuk melakukan hal yang sama di Ambalat sana? Apa kita memang siap dan hendak berperang sementara mungkin biaya pemeliharaan alat tempur dipotong dan disunat di sana-sini sampe yang tertinggal kebanyakan barang rongsokan?